Lianadaliana

Bahwa aku sangat menikmati jejak langkah, dan aku menikmati bagian punggung seseorang, sehingga lahirlah sebuah ketidakpaksaan , bahwa tiada yang dapat memaksa hati, tiada seorangpun, tiada siapapun, aku mengeja semua tulisan ini dengan rasa, pengeja rasa.

Halaman

  • Beranda

Kamis, 06 Juni 2013


Diposting oleh Unknown di 18.06
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Translate

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

TIME

Arsip Blog

  • ▼  2013 (61)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (10)
    • ▼  Juni (13)
      • *Para penggerak
      • *Suatu saat nanti,
      • *Menceramahi diri sendiri
      • Hanya Isyarat (Dee Lestari)
      • Hasil tes psikologi saya, entah percaya atau tidak..
      • * Aku jatuh cinta, yang tidak aku tahu
      • Intermezo
      • #Tulisan . ka Arif
      • #Hanya Puisi
      • FIRASAT _ RECTOVERSO
      • # Ketidak mengertian yang terjawab
      • *Coba -coba Duet ( proyek novel duet dengan kak Ar...
    • ►  Mei (13)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (8)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (2)
    • ►  Desember (2)

Entri Populer

  • FIRASAT _ RECTOVERSO
    “ Dunia tidak lagi sama. Hidup ini menjadi asing. Aku sedih untuk sesuatu yang tak kutahu. Aku galau untuk sesuatu yang tak ada. Dan ja...
  • Hanya Isyarat (Dee Lestari)
    Hanya Isyarat (Dee Lestari) Aku menghela nafas. Kisah ini terasa semakin berat membebani lidah. Aku sampai di bagian bahwa aku telah ...
  • (tanpa judul)
  • Galaksi Kinanthi ( Tasaro Gk )
    “ Kadang aku merasa sudah dekat dengan kegilaan. Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseorang?...
  • Paragraf Pembuka (from kelas menulis Tasaro GK)
    Paragraf Pembuka (from kelas menulis Tasaro GK)   Pekerjaan mengasyikkan ketika Anda membaca novel adalah memerhatikan bagaimana ...
  • * Perahu Kertas
    Dear Neptunus Dear neptunus Aku mencintainya Di depannya aku menjadi diriku sendiri. Seperti airmu yang selalu mem...
  • Yang kau lupa ( cerpen edisi masa depan )
    0 , sorot matanya mulai meredup mendengar perkataan Hasna barusan, seperti apa yang tiba-tiba menusuk batinnya. “ Kau lupa.. “ Hasna b...
  • Harapan sembuh selalu ada, percayalah..
    " Sampai saat ini beluma ada obatnya " Ucap dokter. Hening Aku tersenyum, melangkah gontai berdasarkan hasil pemeriksaan aku ...
  • Email yang menyedihkan...
    Assalamualaikum wbr. Maaf tiba-tiba mengganggu mas dengan pesan yang sepertinya tidak penting ini, tapi ada banyak hal yang harus aku bica...
  • Buat apa sekolah ?
    Buat apa sekolah? oleh Darwis Tere Liye pada 20 Desember 2012 pukul 8:06 · Siapa yang pernah menonton 3 idiots? Banyak. Siapa...

Visitor

Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.